Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Asal mula keramat Binjai, Natuna. rugi jika tidak dibaca.

selat malaka jatuh ketangan portugis, putra Sultan Mahmud Syah yakni; Sultan Allauddin Riayat Syah yang mendirikan kerajaan Johor pada tahun 1530-1564 merupakan kelanjutan dari kerajaan Malaka. pada masa pemerintahan Sultan Allauddin Riayat Syah, menempatkan atau mengangkat Datuk- datuk Kaya sebagai wakil wilayah Pulau Tujuh, antaralain, Pulau Jemaja dipimpin Datuk Amar Lela, Pulau Siantan dipimpin oleh Datuk Kaya Dewa Perkasa, Pulau Serindit (Pulau Bunguran) dipimpin oleh Datuk Kaya Indra Pahlawan, Pulau Sabda (Tambelan) dipimpin oleh Datuk Kaya Timbalan Siamah. pada masa pemerintahan Sultan Allauddin Riayat Syah III (1597-1655 M) memerintah di Johor, menurut kisahnya Sultan Johor ini mempunyai seorang putri yang bernama Teungku Fatimah (Engku Fatimah) yang sejak kecilnya mengidap penyakit lumpuh dan tidak bisa berjalan. oleh karena itu, sultan merasa malu, dan ia mengambil keputusan untuk menempatkan putrinya itu ke Pulau Serindit (Pulau Bunguran/NATUNA). dalam perjalanan mengarung...

Ekspedisi Gurindam Sakti

Ternyata masih banyak sejarah di Natuna yang belum tergali. pada kegiatan Ekspedisi Gurindam Sakti 2015 lalu, kami hanya membidik beberapa tokoh kunci yang mengetahui tentang sejarah yang ada di Natuna, baik dari segi Budaya, adat, Keagamaan, maupun Mistik. keterbatasan waktu yang membuat kami selaku Mahasiswa STAI Natuna dan Aparat TNI tidak bisa menggali lebih dalam tentang sejarah tersebut. doc. Tim Ekspedisi Gurindam Sakti

Mistis di Gunung Ranai

Mistis: Natuna adalah salah satu Kabupaten yang ada di Kepulauan Riau Republik Indonesia. menurut masyarakat, di Natuna ini terdapat penghuni ghaib (orang bedung/bunoan). orang ini tinggal di gunung yang terdapat di Ranai tepatnya Bunguran Timur Laut Desa Ceruk. gunung ini dinamakan Gunung Bedung. orang bendung/bunian hanya bisa dilihat oleh orang yang memiliki kemampuan khusus. orang bedung ini juga menjaga pulau Natuna dari kejahatan negara asing yang ingin berebut Natuna.